Rabu, 28 Juli 2010

Tips Memilih Keris bagi Pemula (Klasifikasi Keris)

Agar tidak tertipu dalam usaha mendapatkan keris, perlu dipahami bahwa tidak semua keris yang tampilannya secara awam indah, dengan garapan yang rumit, dan detail mempunyai nilai yang tinggi. Pada kondisi sekarang banyak pola penipuan antara lain :
  1. Merubah dhapur keris menjadi dhapur yang lain yang bernilai tinggi
  2. Membuat pamor susulan seperti kuta mesir, udan mas dll
  3. Merubah bentuk asli keris dengan relief atau ragam hias yang sekilas sangat rumit dan indah tetapi justru merusak keaslian keris
  4. Membuat keris baru menjadi keris tua, biasanya dhapur Jalak Budha

Senin, 19 Juli 2010

Keris Putut Kembar Pamor Sanak

Keris ini mempunyai dua penamaan, yaitu menurut sebagian besar masyarakat Jawa Timur dinamakan Keris Umyang Jimbe, didasarkan keyakinan bahwa dhapur keris ini banyak dibuat oleh Mpu Umyang (Mpu Supa Anom sewaktu di Madiun). Sedangkan penamaan secara umum adalah Dhapur Putut Kembar didasarkan stilasi gandik berupa pendeta muda (putut) sebanyak dua buah kiri kanan (kembar)
Tangguh tidak jelas, kemungkinan masa sebelum majapahit. Logam yang digunakan pada keris ini terkesan kurang padat dan  kasar. Pamor sanak. Warangka sandang walikat dengan deder/ukiran dari Kayu Kemuning Gaya Madura. Gambar selengkapnya klik disini

Selasa, 13 Juli 2010

Keris Naga Pengantin Tangguh Kamardikan (Keris Olahan)

Keris ini perkiraan saya dibuat antara tahun 1970 - 1980 atau istilah sekarang masuk Tangguh Kamardikan. Dhapur Naga Pengantin. Logam pembuat keris terkesan madas dengan komposisi besi lebih banyak daripada baja. Pamor wos wutah dengan penempatan pola pamor yang cukup bagus (bahan pamor diperkirakan dari keris lama).
Warangka keris ladrang Surakarta dengan kondisi cukup bagus dari bahan kayu yang saya belum dapat identifikasi (atau barangkali ada yang tahu?). Deder/ukiran bergaya Surakarta dengan relief 'putri kinurung' dari kayu Jati Gembol.

Gambar selengkapnya klik disini

Model serta pola luk mengikuti gaya Mataram Surakarta. Yang menjadi catatan disini, Pertama yaitu bentuk naga pengantin, ekor naga tidak sampai mendekati ujung. Tampilan stilasi naga sangat menyeramkan dengan mulut yang terbuka lebar. Kedua yaitu bagian badan naga di bawah kepala sangat 'menekuk/melengkung'. Ciri-ciri penampilan naga seperti ini biasanya dibuat oleh mpu-mpu muda dari Madura tahun 1980-an.

Pembuatan ganja wilut sudah bagus, demikian juga pembuatan gereneng (rondha sudah bagus). Sewaktu saya terima, bagian relief/kinatah dilapisi emas, kemudian saya coba untuk melapisi perak di Jogjakarta tapi ternyat tidak berhasil

Keris Singo Barong Tangguh Kamardikan

Gambar selengkapnya klik disini
Keris ini saya perkirakan merupakan hasil olahan dari logam tua (kemungkinan dari keris/tombak yang rusak atau perabot lama yang menggunakan logam). Prakiraan pembuatan periode 1970 - 1980. Dhapur keris Singo Barong Luk 9. Pamor Melati Rinonce. Bagian gandik menunjukkan stilasi singa (cina) yang ditatah. Bagian tikel alis dan wadidang ditatah krawangan motif lung-lungan. Demikian juga bagian ganja (kiri-kanan dan wuwungan).

Rabu, 07 Juli 2010

Keris Luk 9 Dhapur Panimbal Tangguh Mataram Senopaten

Gambar selengkapnya "klik disini"
Keris ini berdhapur Panimbal. Prakiraan Tangguh Mataram Senopaten (Mpu Kalianjir). Logam cukup ringan hampir sama dengan tangguh Majapahit.

Selasa, 06 Juli 2010

Tips Memilih Keris bagi Pemula (Kinatah,Sinarasah,Kamalan)

Lanjutan dari "Tips Memilih Keris bagi Pemula"

Kinatah, Sinarasah dan Kamalan

Kinatah Emas

Kinatah berasal dari kata "tatah" "tinatah" (jawa), dan pada istilah perkerisan menjadi kinatah. Yang dimaksud adalah memberikan hiasan/relief "timbul" pada keris dengan menggunakan logam lain, biasanya emas atau perak (ada juga yang dari bahan tembaga/kuningan/suasa). Tujuan pemberian kinatah adalah untuk memperindah tampilan keris. Seolah-olah menjadi hiasan pada keris. Pola hias untuk kinatah antara lain menggunakan stilasi tumbuhan (daun/bunga) yang merambat, stilasi wajah manusia/raksasa, stilasi hewan, bentuk-bentuk rajah serta huruf (arab/jawa).